Lampu LVD (IndicationLamp)

 Lampu Induksi LVD 23 WATT - 12 VDC ( Induction Lamp )

Lampu Induksi LVD 23W - 12V ( Induction Lamp )
 Apa itu Lampu Induksi?
Sistem penerangan induksi memiliki tiga bagian utama:
  1. Sebuah ballast dengan frekuensi tinggi.
  2. Sebuah kumparan induksi.
  3. Sebuah lampu.
Ballast menghasilkan arus listrik frekuensi tinggi dan mengirimnya ke kumparan induksi.
Arus yang melalui kumparan induksi membangkitkan sebuah medan elektromagnet yang fluktuatif di dalam lampu.
Medan yang fluktuatif tersebut menarik dan mengionisasi atom-atom gas yang mengisi tabung lampu.
Atom-atom yang terionisasi mengeluarkan radiasi ultraviolet.
Ketika radiasi ultraviolet mengenai lapisan fosfor dalam gelas tabung lampu, fosfor menghasilkan cahaya.
Sejak lampu induksi tidak membutuhkan filamen atau elektrode untuk menyala, hal ini menyebabkan masa hidup lampu induksi jauh lebih lama daripada lampu pijar konvensional, lampu neon atau lampu bermedia gas tanpa menyebabkan lampu menjadi hitam.
Hasil akhirnya adalah pengoperasian yang jauh lebih dapat diandalkan dengan depresiasi lumen yang jauh berkurang, tanpa peduli seberapa sering lampu ini dinyalakan. Bahkan hingga 60.000 jam, lampu induksi masih menghasilkan kurang lebih 80% dari output cahaya awalnya.
 Teknologi Lampu Induksi LVD


Apa keuntungannya?
  • Usia lampu – Tidak seperti lampu pijar atau lampu berbahan gas konvensional, lampu induksi LVD tidak membutuhkan filamen atau elektroda untuk menyala. Perkiraan usia lampu induksi sekitar 100.000 jam, dengan lumen lampu yang tetap terjaga.
  • Warna – Lampu induksi LVD memiliki rendering index RA80+ dengan suhu warna 4100°K.
  • Waktu pemanasan – Tanpa waktu untuk pemanasan. Menyala secara instan, bahkan dalam suhu rendah -35°C.
  • Efisiensi – Lampu induksi LVD pada umumnya sekitar 90 lumen per watt, setara dengan lampu metal halida konvensional, tanpa penurunan lumen.
  • Tegangan operasi – Lampu induksi LVD tidak akan mati seperti lampu berbahan gas umumnya, bahkan pada 100 volt atau setinggi 280 volt. Jika tidak mati lampu ini akan segera re-strike kembali pada jangkauan tegangan operasinya.
  • Fleksibel – Lampu induksi LVD tersedia dalam beberapa konfigurasi dan daya, mulai 15W, 23W, 40W, 80W, 120W dan 200W. Ada beberapa versi di mana ballast-nya terintegrasi di dalamnya, atau dalam kasus daya yang lebih tinggi tersedia lampu E40 dengan ballast yang terpisah jauh untuk menyederhanakan instalasi atau penyesuaian.
  • Tidak ada pergeseran warna.
  • Tidak ada efek strobokospik.
  • Tidak ada kedipan.
  • Koreksi faktor daya 0.98.

Lampu Induksi LVD 40WATT - 24VDC( Induction Lamp )

Lampu Induksi LVD 40 Watt - 24 VDC ( Induction Lamp )
 Apa itu Lampu Induksi?
Sistem penerangan induksi memiliki tiga bagian utama:
  1. Sebuah ballast dengan frekuensi tinggi.
  2. Sebuah kumparan induksi.
  3. Sebuah lampu.
Ballast menghasilkan arus listrik frekuensi tinggi dan mengirimnya ke kumparan induksi.
Arus yang melalui kumparan induksi membangkitkan sebuah medan elektromagnet yang fluktuatif di dalam lampu.
Medan yang fluktuatif tersebut menarik dan mengionisasi atom-atom gas yang mengisi tabung lampu.
Atom-atom yang terionisasi mengeluarkan radiasi ultraviolet.
Ketika radiasi ultraviolet mengenai lapisan fosfor dalam gelas tabung lampu, fosfor menghasilkan cahaya.
Sejak lampu induksi tidak membutuhkan filamen atau elektrode untuk menyala, hal ini menyebabkan masa hidup lampu induksi jauh lebih lama daripada lampu pijar konvensional, lampu neon atau lampu bermedia gas tanpa menyebabkan lampu menjadi hitam.
Hasil akhirnya adalah pengoperasian yang jauh lebih dapat diandalkan dengan depresiasi lumen yang jauh berkurang, tanpa peduli seberapa sering lampu ini dinyalakan. Bahkan hingga 60.000 jam, lampu induksi masih menghasilkan kurang lebih 80% dari output cahaya awalnya.
Teknologi Lampu Induksi LVD





Apa keuntungannya?
  • Usia lampu – Tidak seperti lampu pijar atau lampu berbahan gas konvensional, lampu induksi LVD tidak membutuhkan filamen atau elektroda untuk menyala. Perkiraan usia lampu induksi sekitar 100.000 jam, dengan lumen lampu yang tetap terjaga.
  • Warna – Lampu induksi LVD memiliki rendering index RA80+ dengan suhu warna 4100°K.
  • Waktu pemanasan – Tanpa waktu untuk pemanasan. Menyala secara instan, bahkan dalam suhu rendah -35°C.
  • Efisiensi – Lampu induksi LVD pada umumnya sekitar 90 lumen per watt, setara dengan lampu metal halida konvensional, tanpa penurunan lumen.
  • Tegangan operasi – Lampu induksi LVD tidak akan mati seperti lampu berbahan gas umumnya, bahkan pada 100 volt atau setinggi 280 volt. Jika tidak mati lampu ini akan segera re-strike kembali pada jangkauan tegangan operasinya.
  • Fleksibel – Lampu induksi LVD tersedia dalam beberapa konfigurasi dan daya, mulai 15W, 23W, 40W, 80W, 120W dan 200W. Ada beberapa versi di mana ballast-nya terintegrasi di dalamnya, atau dalam kasus daya yang lebih tinggi tersedia lampu E40 dengan ballast yang terpisah jauh untuk menyederhanakan instalasi atau penyesuaian.
  • Tidak ada pergeseran warna.
  • Tidak ada efek strobokospik.
  • Tidak ada kedipan.
  • Koreksi faktor daya 0.98.
Untuk lebih detailnya bisa dowload brosur icon pdf diatas.


Lampu Induksi LVD 80WATT - 24VDC( Induction Lamp )

Lampu Induksi LVD 80 WATT - 24 VDC ( Induction Lamp )
 Apa itu Lampu Induksi?
Sistem penerangan induksi memiliki tiga bagian utama:
  1. Sebuah ballast dengan frekuensi tinggi.
  2. Sebuah kumparan induksi.
  3. Sebuah lampu.
Ballast menghasilkan arus listrik frekuensi tinggi dan mengirimnya ke kumparan induksi.
Arus yang melalui kumparan induksi membangkitkan sebuah medan elektromagnet yang fluktuatif di dalam lampu.
Medan yang fluktuatif tersebut menarik dan mengionisasi atom-atom gas yang mengisi tabung lampu.
Atom-atom yang terionisasi mengeluarkan radiasi ultraviolet.
Ketika radiasi ultraviolet mengenai lapisan fosfor dalam gelas tabung lampu, fosfor menghasilkan cahaya.
Sejak lampu induksi tidak membutuhkan filamen atau elektrode untuk menyala, hal ini menyebabkan masa hidup lampu induksi jauh lebih lama daripada lampu pijar konvensional, lampu neon atau lampu bermedia gas tanpa menyebabkan lampu menjadi hitam.
Hasil akhirnya adalah pengoperasian yang jauh lebih dapat diandalkan dengan depresiasi lumen yang jauh berkurang, tanpa peduli seberapa sering lampu ini dinyalakan. Bahkan hingga 60.000 jam, lampu induksi masih menghasilkan kurang lebih 80% dari output cahaya awalnya.
 Teknologi Lampu Induksi LVD



Apa keuntungannya?
  • Usia lampu – Tidak seperti lampu pijar atau lampu berbahan gas konvensional, lampu induksi LVD tidak membutuhkan filamen atau elektroda untuk menyala. Perkiraan usia lampu induksi sekitar 100.000 jam, dengan lumen lampu yang tetap terjaga.
  • Warna – Lampu induksi LVD memiliki rendering index RA80+ dengan suhu warna 4100°K.
  • Waktu pemanasan – Tanpa waktu untuk pemanasan. Menyala secara instan, bahkan dalam suhu rendah -35°C.
  • Efisiensi – Lampu induksi LVD pada umumnya sekitar 90 lumen per watt, setara dengan lampu metal halida konvensional, tanpa penurunan lumen.
  • Tegangan operasi – Lampu induksi LVD tidak akan mati seperti lampu berbahan gas umumnya, bahkan pada 100 volt atau setinggi 280 volt. Jika tidak mati lampu ini akan segera re-strike kembali pada jangkauan tegangan operasinya.
  • Fleksibel – Lampu induksi LVD tersedia dalam beberapa konfigurasi dan daya, mulai 15W, 23W, 40W, 80W, 120W dan 200W. Ada beberapa versi di mana ballast-nya terintegrasi di dalamnya, atau dalam kasus daya yang lebih tinggi tersedia lampu E40 dengan ballast yang terpisah jauh untuk menyederhanakan instalasi atau penyesuaian.
  • Tidak ada pergeseran warna.
  • Tidak ada efek strobokospik.
  • Tidak ada kedipan.
  • Koreksi faktor daya 0.98.
Untuk lebih detailnya silahkan download brosur icon pdf diatas